Jumat, 10 Januari 2014

YANG MAHA LUAS


“ Ya tuhan kami, rahmat dan ilmu engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang – orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan periharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala – nyala. “ ( Q.S Al – Muk’min [40] : 7 )

Keluasan rahmat-Nya kepada seluruh mahluk-Nya sungguh tidak terbatas. Begitupun keluasan dan keragaman nikmat-Nya yang dianugrahkan kepada diri kita, jelas tak terbilang dan kita pun tidak akan mungkin mampu menghitungnya ( Q.S. 14 : 34 )

Mari kita renungkan, betapa banyak nikmat-Nya yang telah dianugrahkan kepada diri kita, nikamat lahiriyah maupun ruhaniyah. Pada saat kita mencoba mengulang – ngulang dalam mengingat nikmat-nikmat-Nya yang sedemikian luas itu boleh jadi kita belum  atau tidak “sempat” memikirkan salah satu nikmat-Nya yang spesifik, yaitu nikmat berupa pencegahan dalam wujud tercegahnya berbagai mara bahaya yang mengacam diri kita, baik bahaya yang bersifat lahiriyah maupun ruhaniyah.  

Nikmat yang di anugrahkan oleh Allah SWT bagi diri kita, menurut Al-khusyiri dalam bukunya Makna Tersembunyi Di Balik Nama- Nama Indah ( asma ul Husna ), adalah berupa nikmat manfaat dan nikmat pencegahan. “nikmat pencegahan adalah nikamt yang samar, pengetahuan kita mengenai hal ini sangat sedikit, “ tulisnya

Allah Al-waasi’, memang sedemikian luas karunia-Nya, bahkan dalam kadar yang akal kita, kita tidak mampu membayangkan saking luasnya. Di dalam Al-Qur’an, kata Al-Waasi’ dengan beragam “pecahan” kata itu  disebut sembilan kali. Ada yang terkait dengan keluasan kekusaan-Nya ( Q.S 2 : 255 ), keluasan rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu ( Q.S 2 : 261 ), hingga keluasan kekuatan  (  energi ) –Nya yang terus memperluas peta langit di jagat raya ini ( Q.S 51 : 47 ).

Ihwal keluasan ampunan-Nya, tentu tidak usah diragukan lagi, karena Dia-lah pengampun semua dosa apa pun jenis dosa itu dan seberapa banyak pun. Katakanlah : “ hai hamba – hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa – dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lahi Maha Penyayang. “ ( Q.S Az – Zumar [39];53 ).

Keluasan ampunan-Nya ditegaskan pula dalam sebuah hadist Qudsi : “ wahai bani adam ! apabila engkau mengajukan permohonan dan mengharap kepada-Ku, maka Ku – ampuni segala yang ada padamu. Wahai bani adam ! sekali pun dosa mu bertumpuk – tumpuk hingga setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada Ku, niscaya Ku ampuni dosa mu. Wahai bani adam ! sekiranya engkau datang dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui Aku dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, niscaya Ku karuniakan ampunan sepenuh bumi pula. ( H.Q Riwayat Tharmidzi yang bersumber dari Anas r.a ).

Itulah Dia yang menyebutk dirinya Al-Waasi’, termasuk dalam hal pengampunan-Nya kepada para hamba-Nya. “(yaitu, bagi ) orang – orang yang menjauhi dosa – dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnyaa Tuhan mu waasi’ul maghfirah ( maha luas ampunan-Nya ). Dan Dia lebih mengetahui ( tentang keadaan ) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu ; maka janganlah kamu mengatakan diri mu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang – orang bertakwa.” ( Q.S an-Najm [53] : 32 )

Kata Al-Waasi’ yang terdiri dari tiga huruf, wauw, sin, dan ain, menurut pakar bahasa maknanya mangacu pada arti luas, keluasan dan kemudahan. Asma-Nya Al-waasi’ dalam Al-Qur’an sering dirangkai dengan asma-Nya Al-Aliim ( Maha Mengetahui ), selain diiringkan dengan kata rahmat (  Kasih Sayang-Nya ). Maka bagi yang ingin meneladani Allah Al-Waasi’, sudah semestinya memperluas ( melapangkan ) dadanya dalam menghadapi berbagai peristiwa dalam hidup ini, khusunya dalam merespon kesalahan orang kepada dirinya, maupun dalam menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keiinginan maupun fahamnya.

Tentu perlu pula mempeluas wawasan dengan banyak melakukan aktivitas menuntut ilmu. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah usaha-usaha serius untuk memperluas jenis dan jangkauannya dalam hal menebar kasih sayang pada kehidupan di dunia yang sementara ini.

disampaikan : Bpk. Kusnadi 
dalam forum studi islam bali ( FOSIBA )
9 januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar