Selasa, 21 Januari 2014

ISLAM ITU HEMAT AIR


Dari Abdullah bin Zaid ra, sesungguhnya nabi Muhammad SAW di beri air dua pertiga mud lalu beliau mulai menggosok dua tangannya dengan air itu. ( HR Ahmad dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah ).

Mud itu menurut kamus adalah nama salah satu alat penakar, sebanyak dua kati ( seberat 16 once atau 1 ½ kati atau segenggam penuh yang sedang bila kedua telapak tangannya di penuhi air ). Hadist ini telah diriwayatkan juga oleh Abu Dawud dari Ummu Imarah ra, golongan Anshar dengan sanad yang bagus. Dan diriwayatkan juga oleh Al-Baihaqi dari Abdullah bin Zaid ra. Air sebanyak dua pertiga mud itu adalah yang paling sedikit dipergunakan oleh Rasulullahn untuk berwudhu.

Abu Zur’ah telah menyatakan hadist dari Aisyah ra dan Jabir ra yang mengatakan bahwa nabi pernah mandi dengan segantang air dan mengambil air shalat dengan air satu mud saja. Muslim meriwayatkan hadist seperti itu dari Safina ra.

Kesemuanya itu mengajarkan hemat dalam memakai air sewaktu berwudhu’. Sudah di ketahui adanya larangan Nabi dari boros memakai air. Dan beliau sudah memberitakan, bahwa ada orang yang melampaui batas dalam menggunakan air. Maka barangsiapa yang melampaui batas, maka ia telah boros dan boros hukumnya HARAM.  Ada pendapat yang mengatakan bahwa itu hanya ukuran paling sedikit, bukan membatasi jumlah air yang dipakai. Hanya saja yang lebih baik ialah mengikuti sunnah Rasulullah serta mengikutinya di dalam penentuan jumlah air yang di pakai.

Sunnah yang satu ini dilakukan Rasulullah bukan lantaran di tanah Arab adalah daerah yang sulit air, tapi memang Allah mewahyukan dan agar jadi pelajaran bagi ummat. Sepintas sepele dan biasa – biasa saja. Namun bila di pikirkan lebih jauh, sunnah ini sangat pas untuk masa sekarang yang kian mengalami kekurangan sumber mata air, bahkan bagi negeri yan memiliki iklim tropis seperti Indonesia.

Kemajuan zaman, kian padatnya penduduk bumi dan berbagai kepentingan tertentu, membuat sumber mata air banyak yang kering. Dan persedian sumber mata air dalam tanah kian cepat terkuras. Apalagi setiap masjid telah menggunakan kran air. Ketika berwudhu, air mengucur tanpa henti.

Begitu juga dalam hal mencuci baju, mandi, dan kegiatan yang memakai air lainya. Kita harus memperhintungkan pemakaian air secara bijaksana. Contoh, dalam hal mandi : proses – proses kegiatan mandi yang sekarang bertambah banyak salah satu pemborosan yang tanpa kita sadari. Dahulu kita tidak mengenal condisioner, tapi sejak ada condisioner itu memperbanyak kita menggunakan air, belum produk – produk lainya yang kini semakin banyak. Bisa kita bayangkan, bertambahnya proses sesuatu dengan mengunakan air di tambah pula dengan banyak manusia yang menggunakannya. Padahal itu bisa di hindari atau di kurangi.

Karena itu wahai Muslimin ! buka sedikit saja lubang air kran dalam berwudhu’. Bijaksanalah dalam penggunakan air dalam aktivitas sekecil apapun, tanyakan pada suara hati anda saat melihat air terbuang Cuma – Cuma. Kecil dan sepele tapi dapat menolong bumi memperlambat kerusakannya.

( Abuzikira : “nasihati aku” )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar